Entry: BUNUH DIRI KIRILOVIAN DAN LANDASAN FUNDAMENTAL EKSISTENSI MANUSIA Sep 16, 2008



Melalui percakapan dengan Stavrogin, Kirilov berujar tentang hidup dan kematian, tentang kehidupan  abadi serta kaitannya dengan Tuhan. Dari  gabungan unsur konstitutif ini,  Kirilov  tertampilkan sebagai  Manusia - Tuhan sebagai salah satu gagasan oroisinil Dostoievsky yang menjadi rujukan bagi para eksistensialis seperti Sartre dan Camus dan bahkan Nietzsche, termasuk Heidegger dalam  paradoks-paradoks eksistensial mereka. 

       

Stavrogin  bertanya kepada  Kirilov apakah ia percaya kepada  “ kehidupan abadi”. Kirilov sontak mengatakan: Percaya  dengan syarat bahwa  kehidupan abadi ini  pastikan  terjadi di bumi.  Pernyataan ini sarat dengan muatan makna eksistensial. 

 

Kirilov mengatakan : “Bukan , dalam  suatu  keabadian masa datang melainkan  kehidupan abadi  di  bumi. Terdapat  momen, engkau mencapai  momen, dan  waktu berhenti dengan tiba-tiba.   Dan  itu akan menjadi kekal.”

 

Ungkapan ini sekali mengatasi konsep Heidegger tentang kematian sebagai akhir eksistensi. Kirilov mencapai titik durasi waktu sebagaimana tertulis dalam Kitab Wahyu. Tatkala malaikat bersumpah bahwa tidak ada lagi waktu. Kirilov menegaskan bahwa sumpah ini jelas dan  tepat. Ketika  seluruh manusia  mencapai  kebahagiaan, tidak ada lagi waktu, karena  manbusia tidak membutuhkannya. Ini merupakan suatu pikiran jitu, demikian Kirilov. (Dostoievsky: 1971: 242).

 

Keabadian menjadi suatu kontigensi. Waktu mengungkapkan dirinya sendiri dan bukan menyembunyikan diri dalam insolemn ontologisnya. Waktu ada dan menyebar dimana saja.  Waktu bukanlah suatu obyek, melainkan suatu gagasan. Waktu akan raib dalam pikiran. (Dostoievsky, 1971: 243).

 

Sebagai seorang ateis, Kirilov  terobsesi akan kelahiran manusia-Tuhan. Manusia Tuhan ini pada waktunya akan muncul di bumi, ujar Kirilov.  Risalah metafisis Dostoievsky tentang makna tersembunyi eksistensi manusia terletak pada pernyataan bahwa Tuhan mestinya Tuhan tidak, akan tetapi Tuhan ada.

 

Dalam faktisitas ini, gagasan Tuhan-manusia  serta kaitannya dengan Tuhan muncul dengan apa yang disebut dengan “Great Idea”; suatu  konsep tentang manusia dari perspektif  spiritual.  Jika Tuhan tidak ada,  maka saya adalah Tuhan. Ini adalah  suatu argumen berani dan bersifat ontologism.

 

Manusia menjadi sebagaimana diujarkan Kirilov adalah dasar permikiran orisinil Dostoievsky dalam  ranah  eksistensialisme. Kirilov mengatakan bahwa :  “Jika Tuhan  ada, maka  kehendak senantiasa di tanganNya, kemudian, dan  saya tidak dapat melakukan  apa-apa melawan kemauannya. Jika  Tuhan tidak ada,  kemudian kehendak saya belaku, dan saya bebas mengekpresikan kehendak saya”. (Dostoievsky, 1971: 612).

         

Mengapa demikian, “karena  segalanya  akan menjadi milik saya. Adakah manusia di planet ini yang  setelah berakhir dengan Tuhan  dan percaya  pada  kehendaknya sendiri,  akan cukup nyali  untuk mengekspresikan  kehendak-dirinya dalam  butirnya yang paling penting?  Ini sama seperti  peminta-minta  yang  terwarisi  suatu harta karun dan ia ketakutan dan tidak berani  menggenggam pundit-pundi emasnya, berpikir bahwa  ia teralu  kerdil untuk memilikinya.

 

Ditegaskan bahwa “ Saya  terpanggil  untuk menembak  diri saya sendiri  karena  butir terpenting  kehendak  diri saya  adalah membunuh diri saya sendiri. Pembunuhan diri Kirilov, bukanlah bunuh diri sebagaimana lazim dilakukan orang, karena bunuh diri boleh dilakukan oleh siapapun. Sementara pembunuhan diri Kirilov  mengusung makna eksistensial dan bermakna ultim, sebagaimana  otentis manusia dalam kematian  sebagaimana digagaskan Heidegger. Dikatakan eksistensi dan ultimo, karena dilakukan  bunuh diri tanpa motif, melainkan “semata-mata  karena  kehendak bebas saya sendiri”, demikian Kirilov.  Lagi bahwa “Saya  mau   butir terpenting  dan  saya akana membunuh diri saya”. Ditambahkan : “Saya  bebas untuk menekspresikan  kemutatan saya”.

 

Kirilov berkata :  “Tidak ada  gagasan yang lebih besar  daripada  bahwa  Tuhan tidak ada  bagiku”.Sejarah manusia  bagiku tidak lagi dari semua manusia  melakukan  penemuan akan Tuhan, dan  hidup  tanpa  membunuh diri sendiri. Itulah  esensi  sejarah universal  sampai kini. Sayalah satu-satunya  dalam  sejarah universal  yang  pertama  kali  menolak  untuk menemukan Tuhan. Di atas segalanya biarkan mereka mengetahui  hal itu”. (Dostoievsky, 1971: 613).

       

Dalam kondisi gairah Kirilov  memandang sebuah ikon Penebus sebelum bunuh diri. Stavrogin  bertanya “apakah engkau masih percaya kepada Tuhan”, dan  bukankah “engkau menyalakan lampu”. Apakah ini suatu isyarat bahwa engkau masih percaya  Tuhan.  Terhadap pertanyaan ini Kirilov membisu. Padanya? Lihat, Kirilov berkata terus, berdiri dan  menatap  di depannya   tanpa bergeming  dan  dengan tatapan yang  orang gila.

 

 “Hari ini  kau  akan bersama  di surga. Waktu tiba  dan pada akhirnya  keduanya mati dan  mereka   pergi , akan tetapi  mereka tidak menemukan  surga dan kebangkitan kembali.  Lihat : bahwa manusia adalah  yang paling tinggi  dari semua di segenap bumi. Ia  adalah  yang diciptakan. Segenap  planet, dengan  segala sesuatu ada di atasnya adalah sedikit kegilaan  tanpa manusia itu. Tidak akan pernah seseorang  seperti Dia, sebelum dan  sejak itu, dan tidak akan pernah  ada,   bahkan tidak  oleh suatu keajaiban sekalipun.

 

Kalaupun ada keajaiban  tidak akan pernah  dan tidak pernah  manusia seperti  dia.  Dan  jika  ada, jika  hukum  alam  tidak  menmungkinkannya hidup  di tengah-tengah  kebohongan  dan mati untuk berbohong,  selanjutnya seluruh  planet  adalah  suatu kebohongan  serta  didasarkan pada  suatu kebohongan  dan  olok-olok. Jadi  hukum alam murni  planet  adalah kebohongan dan kekuatan setan. Lalu untuk apa  di bumi  hidup,  jawab  jika kau  seorang manusia. (Dostoievsky, 1971: 614}.

 

Penyelamatan  untuk semua  adalah  membuktikan  ide ini  terhadap semua orang. Siapa  yang akan membuktikannya?  Saya tidak mengerti!  Bagaimana  seorang ateist  dapat  mengetahui  bahwa  tidak ada Tuhan  dan tidak dapat membunuh  dirinya sendiri segera!.  Untuk merealisasikannya  bahwa  Tuhan tidak ada  pada  instant yang sama  bahwa  engkau  sendiri menjadi Tuhan - adalah absurditas  terhadap  siapa saja engkau pastinya  bunuh diri sendiri. 

 

Jika merealisasikannya, kau adalah  sejenis raja   dan kau  tidak akan pernah  membunuh dirimu sendiri akan tetapi  hidup  dalam  kemenangan akbar. Akan tetapi  siapa yang  pertama  kali untuk merealisasikannya  adalah keterikantan untuk bunuh diri sendiri,  masalahnya  siapa  yang memulai  membuktikannya? Adalah saya  yang paling tepat  membunuh diri saya  untuk memulai  dan membuktikannya. 

 

Saya adalah satu-satunya  Tuhan  melawan  kehendak  sendiri, dan  saya susah  karena  saya  terikat untuk mengekspresikan  kehendak-diri saya. Semuanya susah, karena  semua takut  untuk mengekspresikan  kehendak diri mereka. Alasan mengapa  mansuia  dari dahulu sampai  sekarang  susah  dan miskin  adalah karena  manusia  takut  untuk mengekspresikan  butir terdalam  dari dirinya – kehendak, akan tetapi  telah mengekspresikannya dalam  benda kecil, seperti  seorang anak sekolahan. Saya  susah sekali  karena   saya  takut sekali.  Rasa takut  adalah kutuk bagi manusia. Akan tetapi  saya akan  mulai dan akhiri,  serta  membuka pintu. 

 

Dan saya  akan selamat, Hanya  kehendak ini  akan  menyelamatkan manusia  dan akan  mentransformasikannya  secara fisik  ke dalam generasi selanjutnya. Karena  dalam  kondisi fisik  sekarang  manusia tidak dapat    sejauh yang saya  lihat –  bersama-sama dengan  Tuhan terdahulunya. Selam tiga tahun  saya telah mencari  atribut  dignitas saya, dan  saya telah  menmukannya; atribut   dignitas saya  adalah  - Kehendak Diri! Itulah segalanya yang dapat  saya lakukan untuk membuktikannya  pada  butir  utama  penyimpangan saya  serta  kebebasan dahsyat saya. Karena  kedahsyatannya  yang mendalam, saya  membunuh  diri saya sendiri  untuk menujukkan penyimpangan saya  saya  dan kebebasan saya. ( Dostoiewvsky, 1971: 615). 

   1 comments

benny
October 25, 2008   05:37 AM PDT
 
salam kenal…………
AKU BUKANLAH PENYAIR, AKU HANYALAH SESEORANG- YG SEDANG-MENCARI BENTUK, WUJUD ASLINYA SENDIRI

http://www.duniasastra.com

Dikeheningan malam aku telah berjalan , menyusuri lorong-lorong kotorku dan ruhku juga telah memasuki rumah-rumah kalian . Detak-detak jantung kalian juga berdegup didadaku , dan nafas-nafasmu menghembus pula di hidungku.

Dan aku bukanlah seorang penyair aku hanya sekedar mengucapkan rangkaian kata tentang sesuatu yang sebenarnya kalian sendiri telah tahu didasar alam pikirmu.

Diantara kalian ada yang menyebutku angkuh , hanya mementingkan kegemaranku menyepi dan mengatakan kepadaku : ” Ia berbicara dengan tetumbuhan dan para satwa ,bukan dengan kita manusia . Seorang diri ia duduk dipuncak-puncak perbukitan memandang rendah pada kota dan kehidupan”. Sebagian yang lain diantara kalian berbicara kepadaku meski tanpa kata-kata : ” Ia orang yang aneh , orang ganjil , pencinta keluhuran yang tak teraih, untuk apa bermukim dipuncak-puncak gunung tempat elang bersarang, dan mengapa pula mencari sesuatu yang wujudnya belum pasti ?”…”Angin apa yang hendak kau tangkap dalam jala-mu . Burung ajaib manakah yang ingin kau jaring dilangit biru ?!…Kemarilah engkau bersatu dengan kami , turunlah bersama kita akan berbagi roti , dan lepaskan hausmu dengan anggur-anggurku !”

Memang aku telah mendaki “puncak-puncak perbukitan” dan sering pula aku mengembara dalam “kesunyian ” hutan.tapi aku juga akan tetap dapat mengamati kalian tanpa perlu “turun” dari puncak pegunungan.

Kesunyian jiwa telah menyebabkan mereka melontarkan kata-kata itu, namun apabila kesunyian itu mendalam lagi, maka mereka akan dapat mengerti, bahwa apa yang aku cari adalah rahasia terdalam jiwa manusia ,dan yang aku buru adalah sukma agung manusia yg menjelajah kesegala penjuru semesta.

Dan Kesunyian itulah yang menuntunku melangkah menuju “lorong penderitaan” sekaligus teman keagungan spiritual…..

Aku orang yang percaya sekaligus peragu, betapa seringnya jariku menekan lukaku sendiri sekedar untuk menghayati nilai kebenaran . Dan keyakinanku berkata manusia itu tak terkurung dalam raga dan jasad yang merangkak mencari kehangatan matahari, bukan pula penggali terowongan untuk mencari perlindungan, melainkan ruh yang merdeka-jiwa yang meliputi cakrawala dunia . Jika kata-kataku memasuki samar, kalian tak perlu gusar karena asal mula segala sesuatu adalah samar , meskipun akan jelas pada akhirnya.

Sebab apakah pengetahuan itu jika bukan bayangan dan pengetahuan yang terpendam bisu. Pikiran kalian dan jalinan kata-kataku, digetarkan oleh gelombang yang satu ,terekam dan terpatri diantara hari-hari dan masa silam yang telah berlalu , sejak bumi belum mengenal dirinya sendiri dan kegelapan belum terkurung oleh pekatnya malam .

Pahamilah kata-kata orang bijak dan laksanakan dalam kehidupanmu sendiri . Hidupkanlah kata-kata itu , tetapi jangan pernah memamerkan perbuatan -pebuatan itu dengan menceritakannya, karena dia yang mengucapkan apa yang tidak dia pahami , tidak lebih baik dari seekor keledai yg mengangkat buku-buku.

Jangan pernah menyesal karena kalian ‘buta’ dan jangan pernah merasa kecewa karena kalian ‘tuli’, sebab dipagi ini fajar pemahamanmu telah merekah untuk kalian didalam mencari rahasia kehidupan . Dan kalian akan mensyukuri segala gulita- sebagaimana kalian mensyukuri terang cahaya.

Dan segala yang “tak berbentuk” selalu berusaha mencari “bentuknya”, seperti berjuta-juta bintang yang menjelma menjadi matahari…

Dan kulihat…….Kehidupan itu bersifat dalam , tinggi dan jauh , hanya wawasan luas dan bebas yang dapat menyentuh kakinya , meski sebenarnya ia dekat !.

Banyak sudah orang bijak yang telah mendatangi kalian untuk mengajarkan hikmat dan pengetahuan . Dan aku datang untuk mengambil hikmat itu dan lihatlah kutemukan sesuatu yang tak ternilai didasar hati, laksana air pancuran yang melegakan jiwa.

Setiap kali aku datang ke air pancuran itu , dikala dahaga hendak membasahi kerongkongan , aku dapatkan air itu sendiri tengah kehausan -dia meminumku selagi aku meminumnya !

Hartono Beny Hidayat Elaboration with KG

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments