"Mari kita berfilsafat secara reflektif dan kritis mengulas realitas keseharian" DR. Sinkop Boas Boangmanalu




   



Web ini diasuh oleh ,DR.Sinkop Boas Boangmanalu, Pengajar di Departemen Filsafat Universitas Indonesia yang selama hampir 30 tahun berkutat dengan pemikiran Marx dan Dostoevsky







rss feed



 
Jul 22, 2008
TIPE MANUSIA LUAR BIASA PADA RASKOLNIKOV

Dalam kredo Ortodoks Yunani manusia terdudukkan sebagai mahluk yang agung dan mulia. Penempatan ini menyebabkan Dostoisevsky  menghampiri manusia sebagai yang agung pula. Dalam upaya untuk menciptakan “keagungan manusia”  dan  “bukan manusia agung, sebagaimana pada Nietzsche,  ia menampilkan  Raskolnikov, tokoh protagonist Crime and Punishment, melebihi dimensi sosok manusia agung Nietzsche, dari  orientasi ontologis “kehendak buta” Schopenhoer, yaitu suatu kekuatan sublim  yang sebagasi landasan kekuatan  dan hidup.

 

Raskolnikov adalah gambaran manusia yang penuh dengan vitalitas, dalam dirinya tersimpan kekuatan maha dahsyat serta tidak terpahamkan oleh nalar. Ia memiliki intelektual tinggi dan sarat dengan gagasan-gagasan agung tentang manusia. Raskolnikov dituntut agar mampu untuk hidup sendiri dan memutuskan hubungan dengan humanitas. Raskolnikov adalah representasi manusia dengan predikat kehendak berkuasa.

 

Menurut Dostoievsky, manusia terdiri dari dua kategori yaitu manusia luar biasa dan manusia biasa. Manusia luar biasa memiliki hak untuk melakukan kejahatan dan melanggar hukum. Hak tersebut bukan hak resmi, melainkan lebih merupakan hak yang berasal dari suara hati atau batin. Hak tersebut menentukan kesadaran untuk melakukan tindakan besar demi satu tujuan yang pasti, yaitu memberikan makna terhadap hidup dan menciptakan suatu signifikasi baru terhadap humanitas. Raskolnikov mengatakan bahwa sebagai manusia luar biasa ia memiliki hak, hak itu adalah hak batin untuk memutuskan dengan kesadaran total untuk melanggar hukum [Dostoievsky [CP]: 263].

 

Raskolnikov tersiksa oleh pertanyaan tentang apakah ia mampu melewati batas-batas dan apakah ia berhak untuk melanggar hukum yang ada. Manusia luar biasa wajib melakukan kejahatan, membunuh dan menumpahkan darah manusia. Tugas suci ini harus dilaksanakan demi kata hatinya dan demi predikatnyasebagai pengujar gagasan-gagasan agung kemanusiaan.

 

Pembunuhan mutlak dilakukan sebagai syarat untuk menciptakan suatu tatanan dunia baru. Napoleon merupakan acuan baginya untuk menjalankan misi penghancuran tradisi, hukum konvensional guna penegakan prinsip-prinsip kemanusiaan demi penciptaan peradaban universal. Kekuatan itu merupakan landasan bagi manusia yang berani berhenti dan memetik sesuatu daripadanya. Raskolnikov menegaskan bahwa manusia harus memiliki keberanian [Dostoievsky (CP) :423-424] untuk melewati batas-batas dan melakukan pembunuhan.

          

Tanpa keberanian manusia tidak lain adalah kutu busuk. Atas dasar pemikiran inilah Raskolnikov melakukan pembunuhan. Melakukan pembunuhan adalah manfestasi saei nihilistic manusia. Tujuan hidup adalah untuk menciptakan suatu nilai baru yang berorientasi pada upaya untuk meninggikan martabat manusia; melaksanakan misi suci dengan menumpahkan segenap pikiran dan energi demi kepentingan manusia dan sekaligus menjadi pegangan Raskolnikov.

 

Pembunuhan yang dilakukan tidak bermotif untuk memperoleh keuntungan, bukan pula untuk membantu keluarga yang sedang dihimpit oleh kesulitan keuangan. Akan tetapi membunuh untuk menemukan sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain yang dimaksud adalah sejenis pembuktian diri dan karenanya manusia mutlak menerobos batas-batas, mampu pula melanggar hukum tanpa dihantui oleh perasaan bersalah. Pembunuhan yang dilakukan oleh Raskolnikov adalah pembunuhan kasuistri. [Dostoievsky (CP: 317]

 

Pembunuhan kasuistri adalah pembunuhan tanpa motif yang berorientasi pada upaya afirmasi diri, berada diluar batas-batas moralitas dan bukan suatu pembenaran. Raskolnikov sendiri,  ia tidak kuasa untuk menjelaskan motif yang tersembunyi dibalik pembunuhan yang dilakukannya. Kekuatan tersebut berkuasa penuh serta tidak terpahamkan dan terus menyiksa dirinya. Raskolnikov menulis teori-teori pembunuhan yang bermotif pada pendewaan terhadap kejahatan dalam majalah “Preview”.

 

Dalam artikel itu disebutkan bahwa manusia adalah agung sejauh melakukan kejahatan. Permasalahan melakukan atau tidak melakukan kejahatan lebih merupakan pertimbangan moral. Sementara pembunuhan itu sendiri tidak berkaitan dengan moral. Raskolnikov membunuh bukan untuk menguasai milik orang lain, bukan pula untuk menolong sesama akan tetapi semata-mata untuk memperoleh sesuatu yang lain.

          

Memperoleh sesuatu yang lain adalah suatu kondisi patologis mental. Raskolnikov sendiri tidak mengetahui persis apa yang mendorongnya untuk melakukan pembunuhan. Membunuh demi pembunuhan adalah suatu  aspek  maotivatif. Karena di  balik pembunuhan keji terdapat sesuatu kekuatan absurd dan tidak terpahamkan. Pembunuhan tanpa larangan dianggap sebagai tindakan agung sejauh dilakukan sesuai dengan dorongan hati nurani. Pembunuhan adalah suatu mediasi menuju kesempunaan manusia.

 

Makna eksistensial yang tersirat dalam pembunuhan adalah suatu nilai intrinsik suatu tindakan tanpa motif, tanpa tujuan. Pembunuhan berada di luar pertimbangan moral, bukan masalah baik dan jahat [Dostoievsky (CP : 425]. Raskolnikov berpegang teguh pada prinsip dan keyakinannya sebagai manusia luar biasa dengan mengidentifikasikan diri sebagai Napoleon. Sebagai manusia agung ia sadar akan kemutlakan  untuk memiliki keberanian. Keberanian  adalah syarat mutlak dimiliki demi kepentingan seluruh umat manusia [Dostoievsky (CP :263-264]  

           

Sosok manusia Raskolnikov  mengisyaratkan suatu  maksim  bahwa manusia  tunduk pada  hukum  “degenerasi-regenerasi”. Dalam dataran ini, sosok manusia  Raskolnikov adalah suatu dasar pijak montologis untuk  memahami manusia  dalam arti baik dan buruk, dan  kebebasan  yang diaktualisasikan  dalam masing-masing, kemampuan melacurkan diri dan memperbudak diri; dalam hal Raskolnikov, dalam beberapa idea mengimposed  seluruh person  sebagai  suatu yang kurang tepat; dalam hal diri manusia awah tanah  tercermin kondisi  galau dan mencekam dimana  status ontologism diri  menjadi suatu yang dilematis; menjadi sesuatu atau tidak sama sekali.

 

Menjadi diri sendiri atau menjadi orang lain atau di luarnya sekaligus.  Identitas diri tertampilkan sebagai sesuatu yang eksistensial.  Kegalauan dan disorientasi dalam diri gambaran  kerentanan manusia serta ketidaktahanan untuk  melaksanakan beban kebebasan pada Inquisitor agung. 

          

Oposisi biner antara  baik dan buruk, antara “kebebasan untuk kebaikan”   dan “kebebasan untuk keburukan “ dalam proses  mediasi dramatik, mengungkapkan  moral dasar dan  dimensi  religius dalam diri manusia di bawah  tingkat memperbudak diri yang  berasal dari luar, ide paksaan yang memungkinkan regenerasi.

 

Lebih lanjut  mediasi terlempar kedalam fokus  tiga dimensi dapat dibaca  dalam  batasan  pemahaman  tentang manusia secara lebih mendalam  dalam suatu keseluruhan. Dalam tingkatan simbolisme penyakit  sebagai  mediasi  antara  sakit  dan sehat,  mediasi wilayah rumit  termasuk  pengobatan tidak hanya karena berkat Sonya semata,  akan tetapi  juga berasal dari dalam diri Raskolnikov sendiri, dari  dimensi moral religius,   dimensi totalitas manusia. Dengan demikian 

           

Dostoievsky meletakkan  totalitas manusia sebagai mediator  antara  unsur-unsur  berlawanan. Di sini, posisi antara  ide abstrask dari suatu   relitas nalar dan perasaan yang yang dimasukkan, dimensi  moral-religius  membawa persona total ke depan dalam merespon ciuman Kristus. Keseluruhan  mediasi ini  adalah tempat  integrasi kesalahan  dalam person, sebagaimana pada  Kristus dengan Inquisitor Agung.

 

Dostoievsky mengatakan untuk merangkul  opos ketegangan oposisi biner baik dan buruk, bahwa kebebasan diaktualisasikan  dalam konteks, bahwa kita  dibutuhkan  kesadaran  untuk aktualisasi  ketegangan antara  baik dan  buruk sesuai dengan  dominasi dan  ide  kosong, terhadap kebutuhan orang lain dari kita, bahwa  kita  ditebus  oleh  kasih.  Terdapat kontras antara  dunia  degenerasi dan dunia regenerasi. (McBrind : 34-35).


Posted at 10:16 pm by moan_bb

yourshop.cc
December 3, 2008   11:58 PM PST
 
http://www.watchesforsale.us
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry